Perkuat Akuntabilitas dan Dampak Program, LAZ Zakat Sukses Gandeng Sukses Filantropi Gelar Pelatihan MEAL bagi Amil dan Relawan

DEPOK, 6 Februari 2026 – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Zakat Sukses terus berkomitmen meningkatkan profesionalisme dan transparansi dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan internal bertajuk ZS Academy: “Menguatkan Program Zakat melalui Monitoring, Evaluation, Accountability, and Learning (MEAL)” yang dilaksanakan di Smart Building, Depok, pada Jumat, 6 Februari 2026, dengan menggandeng Sukses Filantropi sebagai mitra strategis untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan secara efektif dan interaktif.

Pelatihan ini menghadirkan Nur Afdhal Syam, MEAL & Reporting Specialist dari Sukses Filantropi, sebagai narasumber utama. Berbekal pengalaman profesional di dunia kemanusiaan nasional dan internasional sejak 2018, beliau memaparkan kerangka kerja MEAL sebagai standar krusial dalam manajemen proyek modern. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Amil dan Relawan LAZ Zakat Sukses guna membangun kesamaan persepsi lintas unit mengenai instrumen pengendalian internal.

Dalam sesi materi, dipaparkan bahwa sistem MEAL berfungsi sebagai early warning system melalui fungsi monitoring, sekaligus sebagai alat penilaian efektivitas dan keberlanjutan program melalui evaluasi. Dengan memahami output, outcome, hingga impact, setiap program zakat diharapkan mampu menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.

Selain teknis pemantauan, aspek akuntabilitas dalam MEAL juga ditekankan sebagai bentuk amanah syariah. Hal ini mencakup penerapan Feedback & Complaint Response Mechanism (FCRM) serta prinsip Do No Harm untuk melindungi hak-hak penerima manfaat atau mustahik.

“MEAL adalah sebuah sistem terintegrasi yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, menggunakan, dan membagikan informasi penting sepanjang siklus program untuk meningkatkan kualitas, efektivitas, akuntabilitas, dan pembelajaran dalam program,” ujar Nur Afdhal Syam. Beliau menekankan bahwa data monitoring harus mampu melacak kemajuan input, aktivitas, output, dan outcome program, sementara evaluasi harus mampu menilai program secara berkala dan objektif untuk menentukan apakah program dapat berjalan efektif, efisien, relevan, berdampak, dan keberlanjutan.

Fikri, perwakilan Relawan dari LAZ Zakat Sukses, menyampaikan ketertarikannya terhadap penjelasan mengenai peran MEAL dalam mengukur dampak dan keberlanjutan program. “Pada sesi pelatihan, saya bertanya tentang bagaimana MEAL memastikan sebuah program benar-benar berdampak dan berkelanjutan akhirnya terjawab dengan jelas. Saya jadi memahami bahwa pengukuran dampak bukan hanya soal angka, tetapi juga melihat perubahan nyata di kehidupan penerima manfaat. Begitu pula aspek keberlanjutan, yang membutuhkan pemantauan berkelanjutan dan umpan balik dari lapangan. Pengetahuan ini membuat saya semakin menyadari pentingnya peran relawan dalam menyediakan data dan informasi yang akurat,” ujarnya.

Melalui kolaborasi dengan Sukses Filantropi dalam ZS Academy ini, LAZ Zakat Sukses menyiapkan pondasi teknis agar para Amil dapat mengimplementasikan MEAL secara konsisten di setiap tahapan program. Dengan sistem yang terintegrasi, pengelolaan zakat akan semakin akuntabel, profesional, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.

You might also like
Chat WhatsApp
WhatsApp