MANGGARAI TIMUR, 13 September 2026 – Alhamdulillah, bantuan tahap kedua untuk penyintas gempa di Kampung Nanga Kurang, Desa Satar Padur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bantuan tersebut diwujudkan melalui pembangunan Masjid Darurat sebagai tempat ibadah sementara bagi warga yang terdampak kerusakan akibat gempa.
Masjid sebelumnya mengalami kerusakan parah setelah gempa pada 18 Agustus beserta gempa susulan. Berdasarkan hasil assessment, sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan serius, di antaranya struktur bangunan yang rusak, tembok jebol, lantai pecah, serta tiang-tiang yang mengalami retak. Kondisi tersebut membuat masjid tidak lagi aman untuk digunakan sebagai tempat ibadah.
Sebelum adanya bantuan, masyarakat terpaksa melaksanakan salat di bawah tenda pengungsian dan di halaman yang berada di sekitar masjid yang rusak. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika hujan atau angin kencang karena bagian bangunan yang rusak memungkinkan air masuk ke dalam area masjid.
Kehadiran Masjid Darurat menjadi solusi sementara agar masyarakat dapat kembali menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan aman. Fasilitas ini juga memiliki peran penting bagi aktivitas keagamaan masyarakat, termasuk kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang diikuti sekitar 30 anak dan warga.

Kampung Nanga Kurang memiliki sekitar 40 kepala keluarga Muslim dengan jumlah jamaah yang dapat mencapai sekitar 100 orang. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan yang tidak tetap. Sebelum pembangunan Masjid Darurat, masyarakat telah berupaya melakukan perbaikan secara swadaya, termasuk mengumpulkan dana sekitar Rp15.000 per kepala keluarga. Namun, keterbatasan kemampuan ekonomi membuat perbaikan masjid secara menyeluruh belum dapat dilakukan.
Kondisi geografis juga menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat. Kampung tersebut berjarak sekitar 70 kilometer dari Kota Ruteng, dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam 30 menit. Masjid terdekat berada sekitar 2 kilometer dari kampung dan membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mencapainya. Sementara itu, masjid yang mengalami kerusakan tidak lagi dapat digunakan untuk salat berjamaah, termasuk salat Jum’at.
Melalui dukungan Fujian dan Fujian Fanbase, pembangunan Masjid Darurat ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat penyintas gempa untuk kembali menjalankan aktivitas keagamaan di tengah proses pemulihan. Bantuan tersebut sekaligus menjadi wujud kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat yang sebelumnya belum memperoleh bantuan untuk perbaikan masjid.
Bagi masyarakat Kampung Nanga Kurang, tempat ibadah bukan hanya ruang untuk melaksanakan salat, tetapi juga menjadi ruang berkumpul, belajar, dan membangun kehidupan keagamaan bersama. Karena itu, hadirnya Masjid Darurat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas keagamaan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.
Sukses Filantropi menyampaikan terima kasih kepada Fujian dan Fujian Fanbase yang telah mengambil bagian dalam membantu penyintas gempa NTT. Semoga dukungan yang diberikan dapat menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat dan menghadirkan kembali ruang yang aman untuk beribadah, belajar, serta berkumpul bersama.

