Paragonian Bergerak Tanam 2.500 Bibit Mangrove di Pesisir Tangerang

TANGERANG, 18 Oktober 2026 – Upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir diwujudkan melalui kegiatan penanaman mangrove di Ketapang Urban Aquaculture, Mauk, Tangerang. Sebanyak 73 Paragonian berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan menanam 2.500 bibit mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem pesisir dan keberlanjutan lingkungan.

Penanaman mangrove ini diproyeksikan memiliki potensi penyerapan karbon hingga 770 ton CO₂e. Selain berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim, kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk menjaga ekosistem pesisir, mendukung keberlangsungan habitat berbagai biota, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.

Tidak hanya melakukan penanaman, para Paragonian juga mengikuti kegiatan penghitungan jejak karbon individu. Melalui aktivitas ini, peserta diajak mengenali perkiraan emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari. Hasil penghitungan tersebut kemudian menjadi bahan refleksi untuk memahami hubungan antara gaya hidup, jejak karbon, dan kebutuhan upaya pengurangan emisi, termasuk melalui aksi penanaman pohon.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan edukasi mengenai mangrove, mulai dari pengenalan jenis, fungsi ekologis, fungsi ekonomis, hingga sejarah kawasan mangrove Ketapang. Dengan demikian, peserta tidak hanya terlibat dalam aksi penanaman, tetapi juga memperoleh pemahaman lebih luas tentang peran penting mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan mendukung kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Pengalaman tersebut memberikan kesan positif bagi para peserta. Aji, salah satu Paragonian, menyampaikan bahwa kegiatan ini terasa menyenangkan sekaligus memberikan banyak pengetahuan kepada peserta mengenai pentingnya menjaga alam.

“Buat saya, kegiatan ini fun banget, menyenangkan, tapi juga mengedukasi banyak orang, bahwasanya alam perlu dijaga dan alam juga bisa menjaga kita sebagai manusia di bumi ini,” ujar Aji.

Senada dengan itu, Iska, Paragonian lainnya, turut menyampaikan harapannya agar bibit mangrove yang ditanam dapat memberikan manfaat bagi banyak orang di masa mendatang.

“Hari ini kita ada di mangrove, ya, guys. Semoga apa yang kita tanam menjadi bermanfaat untuk kita semua,” ungkap Iska.

Melalui kegiatan ini, penanaman mangrove menjadi lebih dari sekadar menanam bibit di kawasan pesisir. Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bersama untuk memahami dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan dan pentingnya mengambil peran dalam menjaga kelestarian alam.

Setiap bibit yang ditanam membawa harapan bagi pesisir yang lebih lestari. Dengan kolaborasi dan kepedulian yang terus tumbuh, langkah sederhana yang dilakukan bersama diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan bagi generasi mendatang.

Menanam mangrove, menjaga pesisir — karena alam yang kita jaga hari ini adalah kehidupan yang kita wariskan esok hari.